Materi Lokalita
SUMATERA BARAT > KOTA PADANG PANJANG > PADANG PANJANG TIMUR

Teknik Budidaya Cabe Merah

Jum'at, 31 Des 2021
Sumber Gambar :

Cabai banyak mengandung vitamin A dan vitamin C serta mengandung minyak atsiri capsaicin, yang menyebabkan rasa pedas dan memberikan kehangatan panas bila digunakan untuk rempah-rempah (bumbu dapur). Tanaman cabe cocok ditanam pada tanah yang kaya humus, gembur dan sarang serta tidak tergenang air; pH tanah yang ideal sekitar 5 – 6.

SYARAT TUMBUH :

  1. Tanah
  • Tanah berstruktur remah/ gembur dan kaya akan bahan organik.
  • Derajat keasaman (PH) tanah antara 5,5 – 7,0
  • Tanah tidak becek/ ada genangan air
  1. Iklim
    – Curah hujan 1500-2500 mm pertahun dengan distribusi merata.
    – Suhu udara 16° – 32 ° C
    – Saat pembungaan sampai dengan saat pemasakan buah, keadaan sinar matahari cukup (10 – 12 jam).

TEKNIK BUDIDAYA

  1. Persemaian
  • Kebutuhan benih setiap hektar pertanaman adalah 150 – 300 gram dengan daya tumbuh lebih dari 90 %.

 

  • Siapkan media semai dari tanah, pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1 yang dibuat bedengan setinggi ± 20 cm, lebar ± 1 m dan
    panjang 3-5 m serta diberi naungan dari jerami atau alang-alang/ daun kelapa.

 

  • Sebar benih secara merata atau ditebar dalam garikan dengan jarak antar garitan 5 cm dan ditutup tanah tipis-tipis lalu disiram. Pertahankan kelembaban
    tanah tetap baik agar biji cepat tumbuh

 

  • Setelah bibit berumur 10 hari, maka dilakukan pengkokeran untuk memudahkan
    Sebagai koker dapat digunakan daun pisang, daun kelapa atau kantong plastik. Bibit yang telah dikoker ditempatkan dibawah naungan persemaian.

 

  1. Pengolahan Tanah
  • Satu minggu sebelum tanam lahan sudah siap, meliputi mencangkul/bajak dan
  • Ukuran bedengan tinggi ± 30 cm, lebar 1-1,5 m dan panjang sesuai kebutuhan petakan dengan j arak antar bedengan + 30 cm.
  • Berikan pupuk kandang dengan dosis 20-30 ton/ ha.
  • Bila dipergunakan mulsa dari plastik dapat dipasang setelah dilakukan pemupukan pupuk kandang dan bila dipergunakan mulsa dari limbah tanaman
    seperti dang-slang dan sisa-sisa tanaman dapat diberikan setelah penanaman
  1. Penanaman
  • Bibit dapat dipindahkan pada umur 28-35 hari setelah semai dengan daun 5 – 7
  • Pilih bibit yang tinggi dan besarnya seragam. Tanam bibit dengan posisi tegak
  • Siram tanaman secukupnya setelah tanam dan penyiraman berikutnya dilakukan 2 hari sekali bila tidak ada hujan.

 

  1. Pemupukan
  • Diberikan dengan dosis dan aplikasi sebagai berikut:
    – Pupuk kandang 20 ton / ha.
    – Aplikasi seminggu sebelum tanam.
    – Urea 150 kg/ ha, umur 3,6,9 minggu setelah tanam dengan dosis 1/3 setiap

    – ZA 400 kg/ ha. Umur 3,6,9minggu setelah tanam dengan dosis 1/3 setiap aplikasi.
    – TSP – 36 : 150 kg/ ha, aplikasiseminggusebelumtanam.
    – KCL :100 kg/ ha, umur 3,6,9 minggu setelah tanam dengan dosis 1/3 setiap aplikasi.
    – Untuk lebih meningkatkan hasil dapat diberikan pupuk pelengkap cair Tress
    dengan dosis 500 1/ ha, pada umur 20 hari setela htanam. Umur 30 hari setelah tanam 500 liter /ha. Umur 40 hari setelah tanam 500 liter /ha dan 50 hari setelah
    tanam 500 liter /ha.
  1. Pemeliharaan
  • Lakukan penyulaman bila ada tanaman yang mati pada pagi/sore hari.
  • Pemasangan ajir dapat dilakukan pada saat penanaman atau setelah tanaman
    setinggi 30 s/d 50 cm dan langsung diikat, panjang ajir + 1,5 m.

Siangi pertanaman sebelum dilakukan pemupukan bila terdapat gulma.

 

OLEH

MAINAL ANDRI, SST

Penyuluh Kelurahan Ganting

PENGUNJUNG

54275

HARI INI

73870

KEMARIN

50759907

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook