Materi Lokalita
SULAWESI SELATAN > KABUPATEN SINJAI > SINJAI SELATAN

PENGENDALIAN OPT ULAT GRAYAK PADA TANAMAN JAGUNG

Jum'at, 31 Des 2021
Sumber Gambar :

       Ulat Grayak merupakan salah satu hama yang menyerang tanaman jagung. Ulat ini tidak berbulu dan biasa disebut oleh petani sebagai ulat tentara karena menyerang dengan populasi tinggi. Siklus hidup ulat grayak dapat berlangsung dari 32 – 46 hari. Fase Telur selama 2-3 hari dengan jumlah telur dapat mencapai 1.046 telur. Fase larva selama 14-19 hari. Fase pupa selama 9-12 hari dan Fase Imago selama 7-12 hari. Ulat ini memiliki daya migrasi tinggi di mana imago mampu terbang 100 km/malam dan 500 km sebelum meletakkan telurnya. Dengan bantuan angin, larva mampu menginvasi tanaman budidaya di sebelahnya. Ulat grayak umumnya menyerang pada malam hari, sedangkan pada siang hari ulat ini bersembunyi di bawah tanaman, mulsa atau dalam tanah. Gejala tanaman terserang ulat grayak adalah daun rusak terkoyak, berlubang tidak beraturan, terdapat kotoran seperti serbuk gergaji dan pada serangan berat daun menjadi gundul.

Ciri – ciri tanaman jagung yang diserang oleh hama ulat grayak :

  • Adanya bekas gesekan dari larva atau ulat. 
  • Pada permukaan atas daun atau disekitar pucuk tanaman jagung, ditemukan serbuk kasar seperti serbuk gergaji. 
  • Ulat grayak ini merusak bagian pucuk, daun muda, maka tanaman jagung dipastikan akan mati. 
  • Ketika populasi ulat grayak ini sangat tinggi, maka bagian tongkol jagung juga akan diserang oleh hama ini. 

    Pencegahan dan Pengendalian Ulat Grayak perlu dilakukan agar petani tidak mengalami kerugian akibat gagal panen.

 

  1. Tindakan Pencegahan
  1. Pengunaan benih dan varietas yang memiliki daya kecambah yang baik dan bebas dari penyakit.
  2. Lakukan waktu penanaman yang tepat waktu dan hindari waktu penanaman yang tidak seragam pada satu lahan. Itu untuk menghindari ketersediaan tanaman ianang hama ini ini secara terus menerus.
  3. Kondisi tanah yang baik dengan penggunaan pupuk anorganik secara seimbang untuk mengurangi intesitas serangan hama ulat grayak ini.
  4. Lakukan sistem tumpang sari tanaman jagung dengan tanaman lain yang tidak disukasi oleh hama ini.
  5. Lakukan pengamatan setidaknya seminggu sekali untuk mengamati, mempelajari, dan mengambil keputusan yang tepat jika ditemukan gejala serangan hama ini.
  1. Tindakan Pengendalian
  1. Secara mekanis, dapat dilakukan adalah dengan cara mencari dan membunuh larva dan telur hama ini secara mekanis, yakni dengan dihancurkan dengan tangan.
  2. Secara biologis, dengan penggunaan musuh alami yang berperan sebagai agen pengendali hayati untuk mengurangi populasi hama ulat grayak. Beberapa contoh musuh alami dari hama ini yaitu  jenis parasitoid Trichogramma spp. dan jenis predator cecopet, kumbang kepik, dan semut.
  3. Penggunaan abu dapur dengan memberikan abu dapur secukupnya ke bagian yang terserang dapat membunuh ulat penggerek batang/ daun apabila populasi ulatnya masih dibawah ambang batas ekonomis.

 

Penulis,

Penyuluh Pertanian BPP Sinjai selatan

SUDIRMAN, SP

PENGUNJUNG

51980

HARI INI

73870

KEMARIN

50757612

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook