Materi Lokalita
SUMATERA BARAT > KOTA SAWAH LUNTO > LEMBAH SEGAR

Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) Dalam Rangka Registrasi Kebun/ Lahan Manggis

Kamis, 30 Des 2021
Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi

Manggis merupakan salah satu komoditas hortikultura yang tampil di kancah internasional. Oleh sebab itu berbagai upaya dilakukan untuk terus meningkatkan mutu buah yang berstandar ekspor. Hal ini didukung dengan perdagangan global yang lebih menekankan pada persyaratan mutu, keamanan pangan, serta sanitary dan phytosanitary.

Untuk meningkatkan daya saing produk manggis maka perlu mengacu kepada ketentuan GAP atau Praktek Budidaya Pertanian yang baik. GAP mencakup penerapan teknologi yang ramah lingkungan, pencegahan penularan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), penjagaan kesehatan, meningkatkan kesejahteraan petani dan prinsip penelusuran balik (traceability).

Penerapan GAP sangat penting karena mampu meningkatkan daya saing produk pertanian di kancah internasional maupun domestik. Di samping itu, tujuan penerapan GAP di antaranya yaitu :

  1. Meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman
  2. Meningkatkan mutu hasil termasuk keamanan konsumsi
  3. Efisiensi produk
  4. Efisiensi penggunaan sumber daya alam
  5. Mempertahankan kesuburan lahan, kelestarian lingkungan dan sistem produksi yang berkelanjutan
  6. Mendorong petani dan kelompok tani untuk memiliki sikap mental yang bertanggungjawab terhadap produk yang dihasilkan, kesehatan, keamanan diri dan lingkungan
  7. Meningkatkan kesejahteraan petani / pekerja

Perwujudan penerapan budidaya yang baik dinyatakan dengan pemberian nomor registrasi. Registrasi adalah proses penomoran atau pengkodean kebun/lahan yang telah memenuhi persyaratan. Nomor registrasi ini diberikan kepada pelaku usaha baik petani, kelompok tani, gapoktan atau asosiasi sebagai hasil penilaian kebun atau lahan usaha. Adapun proses registrasi kebun/lahan usaha meliputi : permohonan, verifikasi, penilaian dan adanya hasil penilaian.

Persyaratan bagi pemohon registrasi kebun/lahan yaitu :

  1. Telah memahami dan menerapkan GAP
  2. Telah memahami dan menerapkan prinsip-prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT)
  3. Telah memahami dan menerapkan Standar Operating Procedure (SOP)
  4. Telah melakukan pencatatan/pembukuan

Bagi yang sudah mendapat nomor registrasi selanjutnya siap untuk dapat ditindaklanjuti dengan sertifikasi produk oleh lembaga sertifikasi terakreditasi atau yang ditunjuk.

Desa Kubang Tangah merupakan salah satu desa yang berada di Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat yang sebagian petaninya juga berusaha tani manggis. Pada saat ini petani manggis di Desa Kubang Tangah telah mengajukan permohonan registrasi kebun/lahan manggis dan telah dilakukan penilaian lahan / penilaian lapang dari petugas terkait pada tanggal 30 November 2021. Melalui kegiatan registrasi kebun / lahan manggis ini diharapkan petani manggis di Desa Kubang Tangah lebih termotivasi dalam menerapkan budidaya tanaman manggis yang baik sehingga meningkatkan produktivitas tanaman dan meningkatkan kesejahteraan petani manggis di Desa Kubang Tangah.

Oleh : Wulan Sari, SP (PP Desa Kubang Tangah Kec. Lembah Segar)

Sumber :

https://dppp.bangkaselatankab.go.id

https://gaphortikultura.puslithorti.net

https://www.republika.co.id

PENGUNJUNG

52655

HARI INI

73870

KEMARIN

50758287

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook