Materi Lokalita
BANTEN > >

Budidaya Bebek Pedaging Yang Menguntungkan

Kamis, 30 Des 2021
Sumber Gambar : https://elfadz.com/ternak-bebek/

BUDIDAYA BEBEK PEDAGING YANG MENGUNTUNGKAN

Oleh : Suyatno, S.Pt

Penyuluh Pertanian Madya Provinsi Banten

 

 

Bebek pedaging atau itik pedaging semakin banyak dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia karena berpotensi memberikan keuntungan yang menggiurkan, dikarenakan besarnya permintaan daging itik untuk konsumsi. Peluang usaha ini masih terbuka lebar karena pasokan daging itik yang tersedia belum mampu memenuhi permintaan yang tinggi.

Daging bebek nampaknya semakin digemari masyarakat seiring dengan bermunculannya banyak usaha kuliner yang menggunakan daging ini sebagai bahan baku utamanya. Tekstur daging dan rasanya unik, berbeda dengan daging ayam. Harga daging bebek juga dibanderol lebih mahal karena gurih dan lezat demikian juga harga masakan daging bebek cenderung lebih mahal dibandingkan yang berbahan dasar daging ayam.

Biaya peternakan bebek cukup murah karena kandangnya tidak perlu dibuat secara khusus. Risiko rugi pun dapat terminimalisir karena bebek memiliki kekebalan tubuh yang baik.

Ada 2 jenis bebek daging yang cukup populer dan banyak di kembangkan di wilayah Provinsi Banten :

  1. Bebek Hibrida

Jenis bebek pedaging ketiga adalah Bebek Hibrida. Bebek ini merupakan persilangan antara bebek betina mojosari dengan bebek jantan peking. Berat bebek jenis ini 1,2 sampai 1,5 kg setiap ekornya. Bebek Hibrida memiliki dua fungsi. Anda bisa menernaknya sebagai bebek penghasil telur dan penghasil daging.

 

  1. Bebek Peking

Bebek peking berasal dari China. Selanjutnya, bebek ini mengalami perkembangan di Negara Inggris dan Benua Amerika. Banyak orang memfokuskan bebek ini sebagai penghasil daging. Ada pun masa pertumbuhan bebek ini tergolong cepat. Dalam 45 hari saja sudah mencapai 1,5-2 kg beratnya. Namun, peternak juga harus memperhatikan cara pemeliharaan termasuk cara memberikan pakan.

Tahapan Beternak Bebek Pedaging

1. Perkandangan

a. Kandang Postal (sistem terkurung)

  • Kandang tipe postal ini memiliki alas lantai yang terbuat dari tanah yang telah dipadatkan. Selanjutnya, dilapisi sekam/sebuk gergaji/litter yang dicampur dengan serbuk kapur untuk menjaga kandang agar terhindar dari hama penyakit.
  • Sesuai namanya, sistem kandang yang terkurung ini seluruh bagiannya tertutup. Begitu juga dengan atap dan dinding yang turut tertutup. Dindingnya dibuat tertutup, namun terdapat fasilitas yang dapat membantu memperlancar sirkulasi udara. Sehingga suhu udara dan kelembabannya tetap terjaga dalam batas normal.
  • Jumlah ternak yang terdapat didalam kandang jenis postal ini adalah sekitar 4-5 ekor/m2 saat bebek pedanging sudah dewasa. Sedangkan saat bebek pedaging masih kecil, maka bisa disesuaikan dengan kebutuhan.
  • Kelebihan dari sistem kandang tertutup ini adalah perawatannya yang lebih mudah, intensive, higienis, efisien dan mudah dipantau. Sehingga bebek tidak mudah terserang penyakit.
  • Kekurangan dari sistem kandang ini adalah biaya yang harus dikeluarkan sangat mahal. Sehingga dulur harus memiliki modal yang sangat besar untuk mulai membudidayakan bebek pedaging.

b. Kandang Sistem koloni

  • Sesuai namanya, kandang bebek pedaging sistem koloni dibuat dengan sistem koloni (berkelompok besar).
  • Sistem kandang bebek pedaging ini merupakan perpaduan antara sistem kandang terkurung/postal dengan sistem dilepas.
  • Kandang sistem koloni ini banyak ditemui di peternak yang masih menerapkan sistem budidaya bebek pedaging dengan cara konvensional

2. Pemilihan Baby duck (DOD)

Kesuksesan dalam memulai ternak bebek pedaging, tentu dengan memilih kualitas DOD yang memiliki kualitas yang bagus untuk berkembang-biak atau bertumbuh

Nah sebelum membeli, disarankan untuk memahami bagaimana cara memilih DOD itik pedaging yang terbaik yaitu :

  1. DOD itik pedaging jantan.
  2. Berumur 2-7 hari
  3. Bobot minimal 40 gram/ekor.
  4. Ciri fisik sehat, mata jernih, tubuh tegap, kaki kokoh, bulu bersih dan tampak merata, nafsu makan tinggi, tidak ada gangguan pengelihatan/buta, serta tidak ada cacat lainnya atau gangguan penyakit.
  5. Disarankan untuk membeli DOD dari pihak penetasan yang sudah berpengalaman, jarak lokasinya tidak terlalu jauh untuk menghindari stress dan bersertifikat jika ada.

3. Pemberian Pakan Bebek Pedaging

a. Pemberian pakan fase grower

Pada fase ini, pakan yang diberikan harus diformulasi khusus mengandung protein tinggi untuk mempercepat proses pertumbuhannya. Pada prakteknya pada fase ini bisa menggunakan pakan ayam broiler dengan standar mutu pakan SNI-01-3908-2006, karena pakan khusus untuk bebek pedaging di fase grower belum tersedia di pasaran. Gunakan pakan BR-1 yang diformulasi khusus untuk bebek usia 1-21 hari. BR-1 ini mengandung 20-25% protein. Sehingga pertumbuhannya bisa semakin cepat. Banyaknya pakan yang diberikan pada fase grower ini adalah sekitar 3 gram – 23 gram/ekor/hari. Ini disesuaikan dengan umur ternak.

Cara Pemberian Pakan :

  • Berikan pakan anak bebek pedaging saat anak berumur 2 atau 3 hari, karena sebelumnya masih memiliki cadangan makanan dalam tubuh.
  • Pakan yang diberikan untuk anak bebek pedaging pada satu minggu pertama adalah sebanyak 3-4 g/ekor.
  • Berikan pakan berbentuk mashatau crumble atau pakan yang lembut dengan diletakkan di atas tempat pakan.
  • Bentuk dan tempat pakan disesuaikan dengan sistem kandang. Namun, sebaiknya memanjang sehingga dapat menampung DOD dalam jumlah banyak.
  • Lakukan pemberian pakan sebelum pemberian minum, agar pakan tidak basah terkena air minum. Meski begitu, air minum ini harus selalu tersedia dalam kondisi bersih dan terletak dekat dengan tempat pakan, kemudian bagian bawah nya diberi tempat penampungan air yang tercecer.

b. Pemberian Pakan fase Finisher

Pada fase grower, kebutuhan protein bebek pedaging adalah 16-22%. Sedangkan energy metabolisme yang dibutuhkan adalah 2900-300 kkal/kg.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, bebek pedaging pada fase finisher dapat menggunakan konsentrat untuk ayam broiler finisher, karena belum ada konsentrat khusus bebek pedaging fase grower dipasaran.

Namun, untuk memenuhi kebutuhan energy sebesar 2900-300 kkal, Anda harus menambahkan pakan bebek pedaging buatan sendiri seperti baktul, pipilan jagung, dedak, tepung ikan, sisa udang, kupang, atau lainnya yang bisa membantu mempercepat penambahan bobot bebek pedaging. Banyaknya pakan yang diberikan pada fase grower ini adalah sekitar 24 gram – 73 gram/ekor/hari. Ini disesuaikan dengan umur ternak

4. Pemeliharaan Bebek Pedaging

Pada fase grower, itik dimulai sejak DOD. Perawatan dan pemeliharaan pada fase grower ini merupakan tahap penting sebagai langkah awal dalam menghasilkan bebek pedaging yang baik.

Pemeliharaan dan perawatan pada tahap ini harus dilakukan secara intensif, dengan tujuan untuk menekan kematian pada fase awal kehidupan DOD dan meningkatkan bobot badan.

Berikut ini beberapa hal utama sebagai cara merawat bebek pedaging:

  • Apabila ada bebek yang terserang penyakit, segera dipindahkan dari bebek lainnya agar tidak menulari yang lain. Kemudian segera lakukan pengobatan agar segera sembuh.
  • Lakukan perawatan kandang, terutama kebersihan dan kelembabannya.
  • Bersihkan kotoran dan sisa pakan harus setiap hari. Termasuk juga alas kandang yang terkena tumpahan pakan harus cepat dikeringkan.
  • Pastikan lantai dan kolong kandang harus selalu kering agar tidak jamur dan bakteri penyebab penyakit tidak dapat tumbuh.
  • Segera ganti dinding atau lantai kandang yang rusak atau basah.
  • Beri lampu kandang untuk penerangan di malam hari.
  • Pastikan sirkulasi udara di sekitar kandang lancar agar bebek pedaging tidak mudah terserang penyakit.

 

Sumber :

https://bukukas.co.id/peluang-usaha-dan-tips-penting-ternak-bebek-pedaging/

https://mediaini.com/branding-promosi/2021/08/13/56518/7-jenis-bebek-pedaging-yang-berkualitas/

https://gdm.id/ternak-bebek-pedaging/

https://elfadz.com/ternak-bebek/

PENGUNJUNG

55099

HARI INI

73870

KEMARIN

50760731

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook