Materi Lokalita
SUMATERA BARAT > KOTA SAWAH LUNTO > TALAWI

FERMENTASI JERAMI

Kamis, 30 Des 2021
Sumber Gambar : Dokumen Pribadi

Fermentasi jerami merupakan salah satu pilihan pakan yang dapat diberikan pada ternak. Pakan tersebut terbuat dari jerami padi yang difermentasi dengan menggunakan EM4, Urea dan molase/tetes tebu

Molase tersebut mengandung karbohidrat yang begitu tinggi, vitamin B kompleks, dan beberapa vitamin lainnya yang mudah larut. Vitamin-vitamin tersebut sangat dibutuhkan oleh ternak sapi, kambing, dan domba yang masih berumur muda karena ternak belum mampu mencerna sendiri vitamin di dalam lambung.

MANFAAT JERAMI FERMENTASI

  • Mempunyai kandungan protein lebih tinggi dari jeramibiasa (sekitar 7 – 9%);
  • Lebih mudah dicerna oleh hewan/ternak ruminansia;
  • Nilai gizi pakan meningkat;
  • Beraroma harum, tidak berbau busuk;
  • Lebih higienis;
  • Bahan mudah didapat dan murah;
  • Sebagai cadangan pakan tahan lama, praktis dan murah.

 

BAHAN-BAHAN:

  • Jerami padi
  • EM4
  • Urea
  • Tetes tebu

 

Alat-alat:

  • Drum plastik / plastik
  • Mesin chopper/mesin pemotong/parang
  • Botol plastik kosong 1 liter

Cara membuat:

  • Layukan jerami sebelum difermentasikan.
  • Potong jerami padi dengan mesin chooper atau secara manual dengan parang. Pemotongan dilakukan untuk menghasilkan cacahan jerami berukuran 2—5 cm. Ukuran jerami yang kecil berfungsi untuk memudahkan proses pengemasan
  • Masukkan jerami yang sudah dipotong-potong agar Anda lebih mudah menyesuaikan takaran dosis jerami dengan takaran yang digunakan.
  • Tuangkan jerami yang sudah ditimbang ke atas permukaan tanah yang telah dilapisi plastik atau terpal agar jerami tidak terkontaminasi dengan kotoran dan debu.
  • Campurkan EM4, tetes tebu dgn air dengan takaran 1:10 di dalam botol plastik atau alat penyemprotan.
  • Kemudian siramkan campuran tersebut ke atas jerami secara merata agar proses fermentasi berjalan lebih sempurna.
  • Masukkan jerami yang sudah dicampur ke drum, padatkan jerami dengan cara diinjak-injak agar tidak ada rongga udara.
  • Setelah cukup padat, tutup bagian atas dengan plastik agar tidak ada udara yang masuk. Kencangkan penutup tersebut dengan karet hitam panjang.
  • Simpan silase selama 21 hari atau 3 minggu. Kemudian buka drum/plastik silo dan fermentasi jerami sudah siap diberikan pada ternak.

 

 Oleh : Muhammad Ridwan,SPKP (PP Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto Sumatera Barat).

 

Sumber;   sumbarprov.go.id

                  Disnakkan.grobogan.go.id

PENGUNJUNG

54351

HARI INI

73870

KEMARIN

50759983

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook