Materi Lokalita
SULAWESI SELATAN > KOTA PAREPARE > BACUKIKI BARAT

Pengendalian penyakit layu Fusarium pada Tanaman Pisang

Kamis, 30 Des 2021
Sumber Gambar : ahlitani.com

Salah satu penyakit utama tanaman pisang adalah penyakit layu fusarium. Penyakit ini sangat berbahaya dan mematikan bagi tanaman pisang dan dapat mengakibatkan turunnya kualitas dan kuantitas produksi. Nama lain dari layu fusarium adalah penyakit Panama yang disebabkan oleh cendawan. Penyakit ini sukar dikendalikan, mudah berpindah dan mampu bertahan di dalam tanah dalam jangka waktu yang cukup lama.

Tanaman pisang yang diserang penyakit layu fusarium memiliki gejala-gejala berikut ini:

  1. Daun tua berwarna kuning kehijauan.
  2. Bila bagian dalam batang semu dan tangkai daundipotong, terdapat benang berupa garis berwarna kekuningan/coklat/ungu/hitam.
  3. Batang semu pecah membujur beberapa cm di atas permukaan tanah.
  4. Buah biasanya gagal panen. Bila berhasil,ukurannya kecil, matang sebelum waktunya, dan layu.
  5. Jantung kerdil dan

 

Pengendalian Layu Fusarium

 

  1. Penggunaan bibit bebas penyakit yaitu bibit yag diambil dari lahan yang diyakini benar-benar bebas dari penyakit layu Fusarium (FOC). Bibit pisang yang berasal dari kultur jaringan adalah salah satu bibit pisang yang bebas penyakit. Namun bibit yang bebas penyakit ini haya dapat bertahan bila pada lahan tidak ada bibit penyakit layu fusarium.
  2. Melakukan pergiliran tanaman.
  3. Melakukan sanitasi lahan, yaitu membersihkan gulma seperti rumput teki dan bayam-bayaman, gulma tersebut merupakan inang sementara bibit penyakit layu Fusarium (FOC).
  4. Melakukan pengamatan cepat keberadaan FOC. Pada lahan yang akan ditanami pisang, terutama lahan baru sebaiknya dilihat terlebih dahulu ada atau tidaknya FOC. Caranya, ambil tanah dari lahan yang akan digunakan sebagai lahan pertanaman pisag, masukkan ke dalam kantong atau ember plastik setinggi 25 cm. Campurkan kompos kotoran ayam dengan perbandingan 2 bagian kompos kotoran ayam dan 8 bagian tanah. Biarkan 15 hari, lalu tanamkan anakan rebung pisag yang tidak tahan terhadap FOC (ambon kuning), kemudian amati pisang yang ditanam akan memperlihatkan gejala penyakit layu fusarium.
  5. Menanam jenis pisang yang tahan terhadap FOC seperti Janten/Ketan, Muli, Taduk, Raja Kinalun/Pisang Prancis, FHIA-25 dan FHIA-17.
  6. Pemakaian agensia hayati  : Trichoderma sp, Gliocladium sp. Dan Pseudomonas fluorescens. Pada prinsipnya penggunaan agensia hayati masih bersifat pencegahan. Agensia hayati digunakan pada saat tanam atau dimasukkan pada lubang tanam.
  7. Jangan membawa atau memindahkan bahan tanaman (bibit pisang) dari lokasi yang telah terserang ke lokasi/daerah yag masih bebas penyakit.
  8. Melakukan eradikasi atau pemusnahan dengan membasmi sumber bibit penyakit (tanaman sakit) dengan membongkar dan membakar. (Sunaena Buraerah / PPL. Kota Parepare)
PENGUNJUNG

60004

HARI INI

73870

KEMARIN

50765636

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook