Diseminasi Teknologi

Teknologi Pembuatan Biochar

Kamis, 30 Des 2021
Sumber Gambar :

TEKNOLOGI PEMBUATAN BIOCHAR

 

Oleh: Sri Suryani M. Rambe (BPTP Bengkulu)

Biochar adalah salah satu alternatif bahan pembenah tanah dari limbah pertanian. Pengolahan limbah organik padat menjadi biochar atau disebut juga dengan arang aktif. Biochar dapat digunakan untuk Pertanian yang merupakan salah satu solusi untuk mengelola limbah pertanian. Pengolahan limbah pertanian menjadi biochar dapat dilakukan dengan metode pembakaran secara pirolisis. Salah satu cara penanganan residu pestisida adalah dengan memanfaatkan limbah pertanian yang dirubah menjadi biochar atau arang aktif yang terbukti dapat menurunkan residu pestisida dilahan pertanian. Aplikasi biochar 5 ton/ha pada tanaman bawang merah dapat menurunkan konsentrasi residu organoklorin, namun tidak mempengaruhi produksi.

Cara pembuatan biochar ini bermacam-macam. Salah satunya dengan pembakaran menggunakan jaring kawat. Peralatan yang dibutuhkan dalam proses pembakaran sekam menjadi biochar yakni sekop, jaring kawat tinggi 1,5 hingga 2 m dengan lebar ½ hingga1 m, selang dan ember. Bahan baku pembuatan biochar berasal dari limbah pertanian. Limbah pertanian berupa jerami padi, sekam padi, limbah tanaman jagung dan tanaman lainnya.  Sekam padi ditumpukan pada tempat yang disediakan. Tempat pembakaran sekam diusahakan jauh dari rumah untuk menghindari terjadi kebakaran. Air perlu disiapkan dengan menggunakan selang atau bisa dengan ember untuk mematikan bara atau arang yang telah terbakar.

Beberapa karung sekam didijadikan 1 tumpukan. Pada bagian tengahnya diletakkan jaring kawat yang digulung sehingga menyerupai cerobong. Pada lubang jaring kawat tersebut dimasukkan kayu-kayu, kertas koran yang dibakar agar menjadi bara api.  Setelah jadi bara, sekam ditumpukkan disekeliling jaring kawat tersebut. Hal ini dapat memudahkan terjadinya pembakaran untuk menghasilkan biochar. Ketika pada setiap sisi pembakaran kelihatan hitam membentuk biochar maka segera melakukan pembalikan untuk mempercepat proses pembakaran. Hal itu dilakukan terus hingga semua tumpukan sekam didominasi oleh arang atau biochar yang telah terbakar. selanjutnya segera mematikan bara arang atau biochar dengan menyemprot atau menyiramnya dengan air hingga bara padam secara total. Arang atau biochar harus padam total karena jika masih ada bara, maka proses pembakaran terus berlanjut yang akan menyebabkan arang berubah menjadi abu. Setelah padam, kondisi arang sudah dingin maka sudah bisa dimasukkan dalam karung atau dalam kemasan lainnya. biochar siap digunakan.

PENGUNJUNG

54946

HARI INI

73870

KEMARIN

50760578

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook