Diseminasi Teknologi

REJO TEMON DAN SIPIT KLAWI: RAGAM VARIETAS LOKAL ALPUKAT LAMPUNG SELATAN

Rabu, 29 Des 2021
Sumber Gambar : koleksi tim SDG BPTP Lampung

PENDAHULUAN

          Varietas yang ada dan diusahakan secara turun temurun oleh petani, serta menjadi milik masyarakat dan dikuasai oleh Negara disebut juga varietas lokal. Varietas lokal merupakan kekayaan genetik daerah yang dapat dilepas sebagai varietas nasional. Sebagai salah satu provinsi yang memiliki lahan pertanian yang luas baik lahan kering maupun sawah, Provinsi Lampung sudah pasti memiliki banyak SDG tanaman. Beberapa sumberdaya genetik sudah mendapatkan tanda daftar varietas lokal baik tanaman pangan, hortikultura maupun perkebunan. Lampung Selatan memiliki banyak varietas lokal tanaman buah unggul antara lain duren dan alpukat. Pada tahun 2021, Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Selatan melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan telah mendaftarkan 2 (dua) Varietas lokal (Varlok) tanaman alpukat yaitu “Rejo Temon” dan “Sipit Klawi”. Kedua varietas lokal tersebut memiliki perbedaan yang sangat mencolok baik secara visual tanaman maupun kualitas buahnya. Untuk lebih mengenal ketiga varietas lokal tersebut, berikut ini adalah deskripsi singkatnya.

 

REJO TEMON “MENTEGANYA UJUNG UTARA LAMPUNG SELATAN”

Tumbuh di ujung utara Kabupaten Lampung Selatan yaitu kecamatan Natar, Alpukat Rejo Temon sudah lama dibudidayakan yaitu sejak tahun 1980 an. Keberadaan pohon induk alpukat ini merupakan salah satu Varlok alpukat yang didaftarkan Bupati Lampung Selatan dengan nomor pendaftaran 1771/PVL/2021 tanggal 30 November 2021.

Berdasarkan hasil identifikasi deskripsi tanaman yang dilakukan tim Sumberdaya Genetik (SDG) Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Lampung, Varlok alpukat Rejo Temon memiliki karakteristik deskripsi tanaman yaitu:

  1. Tanaman: Bentuk tajuk tanaman circular dengan vigor yang kuat, pola percabangan extensive dan sebaran percabangan irregular. Sudut batang utama acute (90), bentuk penampakan batang bulat dengan permukaan kulit batang kasar, warna kulit batang Greyed Red Group 201 A dan warna ranting muda green (hijau), permukaan ranting muda pubescent (halus).
  2. Bentuk daun ovale, bentuk dasar daun/pangkal acute (runcing), lebar daun: ±10,6 cm dan panjang daun: ± 16,48 cm, warna daun (bagian atas) masuk dalam Green group N137 A sedangkan warna daun (bagian bawah) yaitu Green group N138 C, terdapat alur/garis tangkai daun, sudut tangkai daun acute (90), panjang tangkai daun ±4,38 cm, tepi daun rata, relief of venation on upper surface Sunken (cekung), bentuk ujung daun tanjung, tekstur permukaan daun soft (halus).
  3. Bentuk bunga bulat dengan posisi rangkaian bunga axillary (pestilate stage functionary female), warna bunga dan mahkotanya Greyed-green group 193 A dan warna kelopak bunga Green-white group 157 A, jumlah kelopak dan mahkota bunga 6 buah dengan jumlah bunga per rangkaian bunga yaitu 6 bunga dan panjang tangkai bunga: ± 0,375 cm, warna benang sari dan kepala putik sama yaitu Green-white group 157 A.
  4. Bentuk buah Pyriform (bulat sampai lonjong) dengan panjang buah ± 139,97 cm dan diameter buah ± 79,898 cm. Bentuk dasar buah depressed, bentuk pucuk buah datar dengan posisi tidak simetris. Warna kulit buah masak dan muda sama yaitu Yellow green group 144A. Ketebalan daging buah ± 18,3 mm dengan tekstur daging buah Buttery.

 

SIPIT KLAWI “GURIHNYA ALPUKAT DI UJUNG SELATAN LAMPUNG SELATAN”

Berkembang di kawasan berbukit kecamatan Bakauheni, varietas lokal alpukat ini memiliki keunikan dari bentuk buahnya. Bentuk buah yang langsing dan memiliki biji yang memanjang seperti sipit mendasari penamaan varietas lokal ini. Menambah kekayaan SDG unggul tanaman di Kabupaten Lampung Selatan, pohon induk alpukat ini didaftarkan Bupati Lampung Selatan dengan nomor pendaftaran 1772/PVL/2021 tanggal 30 November 2021.

  1. Bentuk tajuk tanaman semicircular dengan vigor kuat, pola percabangan intensive dan sebaran percabangan irregular. Sudut batang utama acute (90) dengan bentuk penampakan batang bulat, permukaan kulit batang kasar dan warna kulit batang greyed green group 197 B, permukaan ranting muda pubescent (halus).
  2. Bentuk daun oval dengan bentuk dasar daun/pangkal acute (runcing), lebar daun: ± 7,48 cm dan panjang daun: ± 12,98 cm, warna daun (bagian atas) green group NN 137 A sedangkan warna daun (bagian bawah) lebih cerah yaitu Yellow green group 147 B, terdapat alur/garis tangkai daun dengan sudut tangkai daun acute (90), panjang tangkai daun: ± 3,78 cm dan tepi daun entire (rata), relief of venation on upper surface raised (cembung) dengan primary leaf vein divergence relative to the main vein medium, bentuk ujung daun intermediate dan tekstur permukaan daun soft (halus).
  3. Bentuk bunga bintang dengan posisi rangkaian bunga subterminal, warna bunga dan mahkotanya serta warna kelopak bunga sama yaitu green white group 157 A dan warna benang sari: Yellow orange group 17 C, jumlah kelopak dan mahkota bunga 5 buah dengan jumlah bunga per rangkaian bunga ± 19,2 bunga dan panjang tangkai bunga ± 0,3 cm.
  4. Bentuk buah Ellipsoid (bulat sampai lonjong tidak berleher) dengan panjang ± 13,97 dan diameter ± 8,08, Bentuk dasar buah depressed dengan fruit apex shape rounded dan fruit apex position asymmetric. Warna kulit buah masak agak kekuningan (RHS Yellow green group 151 A) dan Warna kulit buah muda hijau (RHS Green group 143 A) dengan permukaan kulit buat intermediate. Ketebalan daging buah (cm) ± 2,058 dengan tekstur dagiing buah buttery.

 

Penyusun: Fauziah Yulia Adriyani (Penyuluh Pertanian BPTP Lampung)

Sumber informasi: Deskripsi pendaftaran Varlok alpukat Rejo Temon dan Sipit Klawi.

PENGUNJUNG

52027

HARI INI

73870

KEMARIN

50757659

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook