Diseminasi Teknologi

TEKNIK PENGENDALIAN PENGGEREK BATANG PADI PADA DAERAH ENDEMIK DAN SPORADIK

Rabu, 29 Des 2021
Sumber Gambar : https://www.google.com/search?q=penggerek+batang+padi

Penggerek batang padi merupakan hama utama tanaman padi di Indonesia. Penggerek batang padi menyerang semua stadium pertumbuhan tanaman padi. Serangan pada stadium vegetatif menyebabkan kematian anakan (tiller) muda yang disebut sundep (deadhearts). Bila serangan sundep <5%, kehilangan hasil akibat serangan penggerek batang padi pada stadium vegetatif tidak terlalu besar karena tanaman masih dapat mengkompensasi dengan membentuk anakan baru. Serangan pada stadium generatif menyebabkan malai tampak putih dan hampa yang disebut beluk (whiteheads).

Di Indonesia telah ditemukan 6 spesies penggerek batang padi. Dari enam spesies tersebut hanya empat spesies yang banyak ditemukan sebagai hama utama padi yaitu penggerek batang padi kuning Scirpophaga incertulas (Walker), penggerek batang padi putih Scirpophaga innotata (Walker), penggerek batang bergaris Chilo suppressalis (Walker), dan penggerek batang padi merah jambu Sesamia inferens (Walker). Penggerek batang padi kepala hitam dan penggerek batang padi berkilat jarang ditemukan karena populasinya rendah.

Teknik Pengendalian Pada Daerah Serangan Endemik

Pengaturan Pola Tanaman; a). Tanaman serentak untuk membatasi sumber makanan bagi penggerek batang padi; b). Rotasi tanaman padi dengan tanaman bukan padi untuk memutus siklus hidup hama; c). Pengaturan waktu tanam yaitu berdasarkan penerbangan ngengat atau popilasi larva di tunggul padi. Tanaman jangan bertepatan dengan puncak penerbangan ngengat. Tanaman bisa dilakukan pada 15 hari sesudah puncak penerbangan ngengat generasi pertama dan atau 15 hari sesudah puncak penerbangan ngengat generasi berikutnya apabila generasi penggerek batang padi di lapangan overlap.

Pengendalian Secara Mekanik dan Fisik; a). Cara mekanik dapat dilakukan dengan mengumpulkan kelompok telur penggerek batang padi dipersemaian dan di pertemanan; b). Menangkap ngengat dengan light trap (untuk luas 50 ha cukup 1 light trap); c). Cara fisik yaitu dengan penyabitan tanaman serendah mungkin sampai permukaan tanah pada saat panen (disingkal). Usaha itu dapat pula diikuti penggenangan air setinggi 10cm agar jerami atau pangkal jerami cepat membusuk sehingga larva atau pupa mati.

Pengendalian Hayati; Pemanfaatan musuh alami parasitoid dengan melepas parasitoid telur seperti Trichogramma japonicum dengan dosis 20 pias/ha (1 pias = 2000-2500 telur terparasit) sejak awal pertanaman.

Pengendalian Secara Kimiawi; a). Penggunaan insektisida dapat dilakukan bila sudah ditemukan 1 ekor ngengat pada light trap atau pertanaman, dan aplikasi insekisida sebaiknya dilakukan pada saat 4 hari setelah ditemukan 1 ekor ngengat pada light trap atau pertanaman tersebut; b). Penggunaan insektisida butiran di persemaian dilakukan jika disekitar pertanaman ada lahan yang sedang atau menjelang panen pada satu hari sebelum tanam; c). Pada pertanaman, insektisida butiran diberikan terutama pada stadium vegetatif dengn dosis 20 kg insektisida granule/ha. Pada stadium generatif aplikasi dengan insektisida yang disemprotkan (cair); d). Insektisida butiran yang direkomendasikan adalah insektisida yang mengandung bahan aktif karbofuran; e). Insektisida semprot (cair) yang direkomendasikan adalah insektisida yang mengandung bahan aktif spinetoram, klorantraniliprol, dan dimehipo; f). Hal-hal yang harus diperhatikan dalam aplikasi insektisida adalah keringkan pertanaman sebelum aplikasi, aplikasi saat air embun tidak ada yaitu sekitar jam 8-11 atau dilanjutkan pada sore hari ketika angin sudah tidak kencang, tepat dosis, tepat jenis, dan tepat air pelarut (sekitar 350-500 liter air/ha).

Pengendalian Preventif; Sebagai tindakan preventif dalam pengendalian penggerek batang padi, memantau fluktuasi populasi penggerek batang padi perlu dilakukan secara rutin. Untuk memantau fluktuasi populasi penggerek batang padi yang berasal dari migrasi dapat menggunakan light trap.

Teknik Pengendalian Pada Daerah Serangan Sporadik

Cara pengendalian; selain menggunakan insektisida, pengendalian lain dapat diterapkan sesuai dengan keadaan setempat. Penyemprotan dengan insektisida bisa dilakukan bila sudah ditemukan 1 ekor ngengat pada light trap atau pertanaman, dan aplikasi insektisida sebaiknya dilakukan pada saat 4 hari setelah ditemukan 1 ekor ngengat pada light trap atau pertanaman tersebut.

Semoga bermanfaat.

Oleh     : Religius Heryanto (BPTP Sulawesi Barat)

Sumber: Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

PENGUNJUNG

59914

HARI INI

73870

KEMARIN

50765546

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook