Diseminasi Teknologi

Teknologi Budidaya Sayuran Hidroponik

Selasa, 28 Des 2021
Sumber Gambar : BPTP Lampung

Sektor pertanian menjadi sektor yang mampu tumbuh positif dan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat pada masa pandemi covid 19, salah satunya teknologi urban farming dengan budidaya sayuran secara hidroponik. Hidroponik adalah metode dalam budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan media tanah (Rockwool, hydroton, cocopeat, sekam).  Keuntungan hidroponik antara lain penggunaan lahan lebih efisien, tidak membutuhkan tanah, kualitas dan kuantitas dan kualitas produksi lebih tinggi dan lebih bersih, penggunaan pupuk dan air lebih efisien, bebas dari tanaman pengganggu/gulma, pengendalian hama dan penyakit lebih mudah, tanaman tumbuh lebih cepat dan sebagainya.

 


Tahapan Budidaya Sayuran Hidroponik :

 

Persemaian

• Benih sayuran direndam pada air hangat 400C diamkan 1 malam untuk benih yang keras seperti kangkung dan bayam, untuk selada, cukup 2 – 3 jam saja. benih yang mengapung dibuang.

• Rockwool dipotong-potong uk 2,5 x 2,5 x 2,5 cm, kemudian basahi dengan air, lubangi • Pindahkan benih yang sudah direndam ke rockwool (1 HSS)

• Simpan di tempat gelap 1 malam, setelah keluar kecambah, pindahkan ke tempat terbuka agar mendapatkan sinar matahari penuh

· Jaga rockwool agar tetap jenuh air, jangan sampai tergenang

• Setelah muncul daun ke 3, berikan nutrisi 600 ppm

· • Setelah muncul daun ke 4, tanaman bisa dipindahkan ke alat hidroponik

 

Nutrisi Tanaman

·      Nutrisi yang diberikan berupa larutan yang mengandung unsur hara agar dapat diserap tanaman

•   Larutan nutrisi hidroponik yang siap pakai dikenal AB Mix yang terseda di toko toko pertanian

·      Sumber unsur makro-mikro tersebut didapatkan dengan melarutkan sediaan pupuk majemuk dengan formulasi tertentu.

 

·      pupuk majemuk padatan yang umum digunakan untuk membuat larutan nutrisi hidroponik

 

Pemeliharaan Tanaman

• Tanaman dapat menyerap hara secara optimal pada kondisi pH 5,8 – 6. Jadi perlu dilakukan kontrol pH pada larutan nutrisi secara berkala. Jika kondisi pH berada di luar batas optimal, perlu dilakukan intervensi untuk menaikkan (KOH) / menurunkan pH (H2 SO4 )

· Kebutuhan nutrisi tanaman berbeda-beda menurut jenis dan fase pertumbuhan tanaman. Jadi perlu dilakukan kontrol nutrisi secara berkala.

 

· Pengendalian hama tanaman dilakukan dengan mengecek tanaman setiap hari, jika diperlukan bisa dilakukan penyemprotan dengan pestisida alami 2 – 7 hari sekali

 

Pengendalian OPT

• Manual : OPT dibuang secara manual / dipetik daun yang terserang / dibuang tanaman yang terserang penyakit

• Semprot pestisida nabati seminggu 2x bawang putih 1 siung + cabai merah 1 buah, diblender & dibuat menjadi larutan 1 liter & diamkan selama 1 malam Saat dipakai, pekatan dituangkan ke dlm botol semprotan dengan perbandingan pekatan dan air 1 : 1

 

Hal-hal yang perlu diperhatikan, antara lain :

·           kit hidroponik dibersihkan setelah panen

·           Rumput disekitar kit hidroponik rutin dibersihkan

·           Cek aliran nutrisi

·           Cek kandungan nutrisi dan Ph

·           Rotasi tanaman-radiasi matahari

·           Penjarangan (jika diperlukan)

 

Panen

Umur panen tanaman tergantung jenis dan kriteria yang diinginkan.

Kit Hidroponik dibersihkan setelah panen

 

 

Penulis : Ely Novrianty (Penyuluh BPTP Lampung)

PENGUNJUNG

58328

HARI INI

73870

KEMARIN

50763960

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook