Materi Penyuluhan

Meningkatkan branding Ubi Cilembu sebagai pangan alternatif

Selasa, 22 Nov 2022
Sumber Gambar : https://cookpad.com/id/resep/15640051-ubi-cilembu-oven

Belajar dari sejarah panjang ubi cilembu, bahwa desa Cilembu berasal dari Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang  provinsi Jawa Barat, Bahwa ubi cilembu berasa manis jika ditanam di desa Cilembu.  Ubi cilembu, dapat diolah dengan cara yang khas, serta sebagai sumber pangan alternatif dan memiliki kandungan nutrisi. Inovasi Teknologi dalam melakukan pengolahan aneka produk pangan lokal berbasis ubi cilembu beserta manfaat dan khasiat ampuh dari kandungan nutrisinya bagi kesehatan dan kecantikan.

Untuk meningkatkan strategy branding melalui pendekatan partisipatif melalui preferensi dan perilaku konsumen, dukungan peraturan dan kebijakan pemerintah local dalam pengembangan produk, peran seluruh pemangku kepentingan dalam pengembangan produk, pengembangan kelembagaan dan kapasitasnya dalam mengelola produk.

Menurut munandar, 2004 bahwa preferensi konsumen adalah kesukaan, pilihan atau sesuatu hal yang lebih disukai konsumen yang terbentuk dari persepsi konsumen terhadap produk untuk membentuk dan terbentuk preferensi terhadap ubi cilembu.

Preferensi konsumen terhadap ubi cilembu, preferensi individu jenis preferensi dari sekumpulan pilihan yang berbeda atas dasar keputusan konsumen, preferensi individu dalam ilmu kognitif memungkinkan pemilihan tujuan dan preferensi sosial jenis preferensi yang dipelajari dalam perilaku ekonomi yang menunjukkan bahwa ia tidak hanya peduli imbalan materi pada diri sendiri tetapi juga memperhatikan imbalan terhadap kelompok referensi.

Prinsip-prinsip preferensi konsumen yang membentuk preferensi konsumen terhadap ubi cilembu yaitu transivitas, kelengkapan, kontinuitas, lebih banyak lebih baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi konsumen sebagai kelas sosial, pengalaman yang diperoleh sebelumnya, kebiasaan keluarga mengkonsumsi ubi cilembu sejak lama, kelompok referensi, gaya hidup, motivasi.

Membangun prilaku konsumen agar mendapatkan persepsi yang bagus dari suatu produk yaitu dari informasi dan pengalaman. Adapun prinsip dan faktor pendukung sikap dan perilaku. Petani sebagai produsen merupakan ekonomi kreatif atau era ekonomi digital jadi untuk strategi banding yaitu mengembangkan komoditi pertanian yang memiliki daya saing tinggi, sehingga dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi kreatif sampai berkembang lebih luas dengan basis digital dan ekonomi kreatif adalah sebuah konsep di era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi yang utama.

 Adapun pendekatan branding ubi cilembu yaitu (a) pendekatan ekonomi dimana brand ubi cilembu sebagai bagian dari bauran pemasaran tradisional yang terdiri dari komponen produk, harga, tempat dan promosi; dan bagaimana keempat  unsur bauran pemasaran tersebut digunakan untuk mempengaruhi konsumen, (b) pendekatan identitas dimana brand ubi cilembu dikaikan dengan identitas lokasi dan kelompok petani di desa Cilembu. (c) pendekatan komunitas dimana brand ubi cilembu sebagai poin utama interaksi sosial. Pendekatan komunitas berdasarkan penelitian antropologi yang disebut merek komunitas. Nilai brand diciptakan melalui komunitas dimana brand ubi cilembu berperan sebagai pusat interaksi sosial antar konsumen, (d) pendekatan budaya dimana brand ubi cilembu sebagai bagian dari budaya yang lebih luas. Pendekatan ini menjelaskan branding melalui budaya dan bagaimana mengintegrasikan brand ubi cilembu dalam kekuatan budaya untuk menciptakan ikon merek.

Mengembangkan produk ubi cilembu ke depan dengan tetap mempertahankan bentuk asli ubi cilembu atau jati diri dan inovasi produk ubi cilembu yaitu produk inovatif tanpa menghilangkan bentuk dasarnya.  Daya dukung dalam mengembangkan ubi cilembu dengan melakukan kemitraan dan jejaring untuk mengembangkan produk dan pasar yaitu di pemerintah lokal, kelompok berbasis masyarakat, dunia usaha, media massa, dan akademisi. Cara mengoptimalisasikan peran stakeholders dalam pengembangan ekonomi ubi cilembu yaitu dengan melibatkan akademisi (perguruan tinggi dan lembaga penelitian), swasta/industry (perusahaan, koperasi dan lembaga keuangan), komunitas (asosiasi wisata kuliner/dan lain-lain, komunitas. Pemerintah (dinas perindustrian, dinas koperasi dan UMKM, dinas pariwisata).

Untuk mendorong keberhasilan program pengembangan ekonomi ubi cilembu yaitu dengan participatory approach, stakeholders engagement, continual improvement dan riset, kebijakan, infrastruktur untuk menghasilkan sustainability, scale up/scale out dan sociopreneurship. Pak Taryana sebagai petani dan eksportir ubi cilembu dari Sumedang menyatakan selama manusia tidak makan dari bahan sintetis, hasil pertanian akan tetap laku dan dibutuhkan masyarakat. Jadi jangan malu menjadi petani karena petani memiliki peluang besar sukses di kehidupan dunia dan akhirat.

penulis: yoceu hadinovianti (pp bppsdmp kementan)

sumber: berbagai sumber dari Dirjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian RI

PENGUNJUNG
Connect failed: MySQL server has gone away